Archive | Thoughts RSS feed for this section

Dream Job…

7 Jul

well.. ini post yang udah ketunda lama sebenernya udah dari jaman gw masih jd auditor dan sampe sekarang gue udah jadi PNS…

waktu itu nggak tau kenapa kepikir sebenernya apa sih kriteria dari pekerjaan impian gue.. pekerjaan dimana gue bisa nyaman menikmati tiap detiknya..

gue punya kriteria kriteria sendiri soal dream job gue… my personal thought only.. ūüôā

Overall… ada lima kriteria utama soal dream job gue… here they are ..

1. Prestige

like it or not.. pasti ini salah satu yang jadi pertimbangan buat milih kerjaan.. let’s say ada dua kerjaan sejenis sama sama have good salary.. sama sama asik.. tapi yang satu tempatnya di kawasan sudirman yang satunya lagi di cikarang… most of u probably will choose the first one… it’s all related about prestige.. bakalan lebih asik gue yakin kalo lagi ngobrol sama temen temen lo dan temen lo notice tempat kerja lo sebagai perusahaan yang high rather than perusahaan yang biasa biasa aja

2. Salary

Kerja buat apa sih?? buat dapet duit yang utama… buat apa kerja cape cape tapi hasilnya gak worth it sama apa yang udah elo kerjain?? i’m not talking buat big salary.. i’m talking bout salary which is equal to what u’ve already done to the company.. gue selalu nganggep yang namanya salary itu adalah how ur company apreciate ur work.. dan how u should ‘give back’ to the company

3. Self satisfaction

ini sebenernya terkait sama cukup menantang gak sih kerjaan lo?? apakah kerjaan lo yang sekarang udah cukup memenuhi kebutuhan elo untuk membuktikan diri?? it’s one of human needs menurut gue.. u can’t love ur job if u can’t find something that interesting in it…

4. working environment

lingkungan kerja ini maknanya luas.. tapi kebanyakan buat gue yang paling pengaruh itu ur partner.. terlebih lagi kalo lo dituntut untuk kerja tim.. partner lo gak beres.. wassalam.. mau kerja ngedumel.. dikasih proyek baru dongkol *pengalaman pribadi*.. lebih luas lagi dari working partner.. ur boss adn ur hang out friend.. itu satu paketan yang kalo okeh semua.. bisa bikin ur working day much much more colourful..

5. Pension guarantee

u can’t work for ur whole life… yang ideal, kerja sampe umur 50-an.. masa tua dihabiskan sama suami dan main sama cucu sambil nikmatin uang pensiun..hahaha… that’s why penting banget menurut gue jaminan uang pensiun dari tempat lo kerja… at least bisa tenang pas pensiun.. nggak lucu ngabisin masa tua gak punya duit gara – gara gak ada jaminan uang pensiun

that’s all my 5 requirement of my dream job.. hehe… suatu keadaan yang perfect banget buat dapetin semua yang dipengen buat kerjaan… but nothing that perfect.. buat gue just do ur best in ur field.. enough kok.. try to enjoy everything that u do.. kalo udah gak banget.. yah.. u should find something else.. ūüôā

Advertisements

Century dan hal hal di belakangnya…

20 Jan

ini nih topik yang heboh itu… tujuan posting ini hanya untuk memahami gimana sih keadaan Century sebelum Bail out itu?? Keadaan Makro ekonomi secara luas saat itu?? Well.. gue hanya compile dari beberapa site sih.. dari sini, sini, sini

Kondisi Century

Pada 20 November 2008, Gubernur BI saat itu Boediono menyampaikan surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani selaku Ketua KSSK. Dalam surat bernomor 10/232/GBI/Rahasia itu, Boediono menyampaikan kondisi terakhir PT Bank Century Tbk. Dalam suratnya, Boediono mengatakan berdasarkan posisi 31 Oktober 2008, rasio CAR Century kurang dari 2% dan tidak dapat ditingkatkan menjadi 8% yang antara lain .terjadi karena pemegang saham tidak dapat melaksanakan komitmennya untuk melakukan penambahan modal.

Anjloknya CAR Century tersebut, menurut Boediono dikarenakan penggolongan Surat-surat Berharga (SSB) Valas Century yang dikategorikan macet yang jumlahnya US$ 76 juta, di antaranya sebesar US$ 11 juta telah jatuh tempo pada 31 Oktober 2008 karena belum diterima pembayarannya (default) sampai dengan 20 November 2008. Di samping itu terdapat SSB Valas jatuh tempo 3 November 2008 sebesar US$ 45 juta yang juga belum diterima pembayarannya sampai dengan tanggal 20 November 2008

Kemudian ada koreksi pengakuan bunga sebesar Rp 390 miliar yang bukan berasal dari penerimaan tunai, dan kekurangan Penyisihan Penghapusan Aktiva (PPA) Aktiva Yang DIambil Alih (AYDA) yang belum dibentuk sebesar Rp 59 miliar.

Kemudian dari sisi Giro Wajib Minimum (GWM), Boediono dalam surat tersebut mengatakan, Century telah mengajukan permohonan FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) sebesar Rp 1 triliun, namun mengingat terbatasnya agunan yang memenuhi persyaratan, maka BI hanya menyetujui pemberian FPJP kepada Century pada tanggal 14 dan 18 November 2008 sebesar Rp 689 miliar.

Sementara itu, Century juga memiliki kewajiban Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ditunda pembayarannya secara kumulatif sampai dengan 20 November 2008 sebesar Rp 292,5 miliar, serta DPK yang jatuh tempo pada 20 November 2008 sebesar Rp 454 miliar yang telah diminta diperpanjang oleh Century, sehingga total DPK yang ditunda sebesar Rp 746,5 miliar.

Terakhir, saldo giro Century per 20 November 2008 pukul 17.00 WIB sebesar RP 1,96 miliar. Dengan posisi saldo yang sangat kecil dan kemampuan likuiditas bank dalam 1 minggu terakhir yang semakin menurun serta akumulasi kewajiban DPK yang ditunda pembayarannya. Hal ini menyebabkan Bank Century tidak akan mampu menjaga kecukupan GWM, sehingga tidak dapat mengikuti kliring pada tanggal 21 November 2008.

Kondisi Makro Ekonomi

pada November 2008 lalu dilakukan karena kondisi perekonomian yang sangat mengkhawatirkan. Kurs melonjak-lonjak, cadangan devisa turun dalam waktu pendek dalam jumlah besar. Ini sangat mengkhawatirkan. Bank-bank stop meminjamkanm bank bisa ambruk setiap saat, rumor dimana-mana. Ini mengingatkan kita pada keadaan tahun 1997-1998.

Dalam situasi krisis, meski di masyarakat eksklusif, bank kecil apapun bisa menyulut kebakaran yang luar biasa. Itu terjadi pada waktu 1997, 16 bank ditutup bank-bank kecil hampir 2% dari total bank, tapi semua ditutup setelah itu karena waktu itu situasinya memang eksplosif.

Alasan di Balik Bailout Century

Pertama, jika Century ditutup maka akan terjadi penurunan kepercayaan masyarakat. Boediono mengatakan, Bank Century memiliki jumlah nasabah yang besar (65.000 nasabah) dan jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia (30 kantor cabang).

Munculnya permasalahan pelayanan Bank Century terhadap nasabah-nasbahnya dikhawatirkan dapat memicu kepanikan masyarakat. Terlebih lagi dalam kondisi pasar saat ini yang cenderung rentan terhadap berita-berita negatif maka penutupan bank ini berpotensi menimbulkan contagion effect berupa upaya rush terhadap bank-bank lainnya, terutama peer banks atau bank yang lebih kecil. penutupan Century dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran sistem pembayaran, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan dan sistem keuangan secara keseluruhan.

Kedua, Penutupan Bank Century dengan cepat memperburuk kinerja pasar keuangan. Karena saat itu situasi pasar keuangan masih labil dalam menyerap berita-berita negatif. Pasar modal mengalami penurunan harga saham terus-menerus, penurunan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia, serta penurunan harga saham dan SUN di pasar modal

Ketiga, permasalahan pada Bank Century berpotensi menimbulkan dampak sistemik terutama melalui pemburukan psikologi masyarakat pasar yang selanjutnya menimbulkan gangguan pada sistem pembayaran dan pasar keuangan

Semoga memberi ilham… ūüôā

ciao ;p

Century…. -just tryin to understand this complicated issue-

22 Dec

Hemm…udah lama sebenernya pengen nulis kayak gini cuma sepertinya butuh waktu jadi agak nunda… lagi hectic soalnyaa….. ūüė•¬†Pertama tama yang mesti dipahami kayaknya kronologis kasusnya dulu kali ya.. gue ambil dari beberapa sumber dari sini¬†dan sono

¬†Kira – kira seperti inilah kronologisnya…

1989
Robert Tantular mendirikan Bank Century Intervest Corporation (Bank CIC). Namun, sesaat setelah Bank CIC melakukan penawaran umum terbatas alias rights issue pertama pada Maret 1999, Robert Tantular dinyatakan tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan oleh Bank Indonesia.

2003
Bank CIC diketahui didera masalah yang diindikasikan dengan adanya surat-surat berharga valutas asing sekitar Rp2 triliun, yang tidak memiliki peringkat, berjangka panjang, berbunga rendah, dan sulit di jual. BI menyarankan merger untuk mengatasi ketidakberesan bank ini. 

2004
Bank CIC merger bersama Bank Danpac dan bank Pikko yang kemudian berganti nama menjadi Bank Century. Mantan Deputi Senior Bank Indonesia Anwar Nasution disebut-sebut ikut andil berdirinya bank tersebut. Tanggal 6 Desember 2004 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengesahkan Bank Century.Surat-surat berharga valas terus bercokol di neraca bank hasil merger ini. BI menginstruksikan untuk di jual, tapi tidak dilakukan pemegang saham. Pemegang saham membuat perjanjian untuk menjadi surat-surat berharga ini dengan deposito di Bank Dresdner, Swiss, yang belakangan ternyata sulit ditagih. 

 

Bank Century

2005
BI mendeteksi surat-surat berharga valas di Bank Century sebesar US$210 juta.

1 Oktober 2008
Budi Sampoerna tak dapat menarik uangnya yang mencapai Rp 2 triliun di Bank Century. Sepekan kemudian, bos Bank Century Robert Tantular membujuk Budi dan anaknya yang bernama Sunaryo, agar menjadi pemegang saham dengan alasan Bank Century mengalami likuiditas 

13 November 2008
Gubernur Bank Indonesia Boediono membenarkan Bank Century kalah kliring atau tidak bisa membayar dana permintaan dari nasabah sehingga terjadi rush. Kemudian, Bank Indonesia menggelar rapat konsulitasi melalui telekonferensi dengan Menteri Keungan Sri Mulyani, yang tengah mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang G-20 di Washington, Amerika Serikat  

14 November 2008
Bank Century mengajukan permohonan fasilitas pendanaan darurat dengan alasan sulit mendapat pendanaan. Budi Sampoerna setuju memindahkan seluruh dana dari rekening di Bank Century cabang Kertajaya, Surabaya ke Cabang Senayan, Jakarta 

 
 
 

Boediono - Gubernur BI

17 November 2008
Antaboga Delta Sekuritas yang dimilik Robert Tantutar mulai default membayar kewajiban atas produk discreationary fund yang di jual Bank Century sejak akhir 2007. 

Robert Tantular

 20 November 2008
Bank Indonesia menyampaikan surat kepada Menkeu tentang Penetapan Status Bank Gagal pada Bank Century dan menyatakan perlunya penanganan lebih lanjut. Selaku Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan, Sri Mulyani langsung menggelar rapat untuk membahas nasib Bank Century. Dalam rapat tersebut, Bank Indonesia melalui data per 31 Oktober 2008 mengumumkan bahwa rasio kecukupan modal atau CAR Bank Century minus hingga 3,52 persen.Diputuskan, guna menambah kebutuhan modal untuk menaikkan CAR menjadi 8 persen adalah sebesar Rp 632 miliar. Rapat tersebut juga membahas apakah akan timbul dampak sistemik jika Bank Century dilikuidasi. Dan menyerahkan Bank Century kepada lembaga penjamin.

 
 
 

Sri Mulyani - Ketua KKSK

21 November 2008
Mantan Group Head Jakarta Network PT Bank Mandiri, Maryono diangkat menjadi Direktur Utama Bank Century menggantikan Hermanus Hasan Muslim. Bank Century diambil alih LPS berdasarkan keputusan KKSK dengan surat Nomor 04.KKSK.03/2008. Robert Tantular, salah satu pemegang saham Bank Century, bersama tujuh pengurus lainnya di cekal. Pemilik lain, Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al-Warraq menghinglang.

 

Rafat Ali Rizvi Hesham al warraq

Hesham al warraq

 22 November 2008
Delapan pejabat Bank Century dicekal. Mereka adalah Sualiaman AB (Komisaris Utama), Poerwanto Kamajadi (Komisaris), Rusli Prakarta (komisaris), Hermanus Hasan Muslim (Direktur Utama), Lila K Gondokusumo (Direktur Pemasaran), Edward M Situmorang (Direktur Kepatuhan) dan Robert Tantular (Pemegang Saham).

23 November 2008
Lembaga penjamin langsung mengucurkan dana Rp 2,776 triliun kepada Bank Century. Bank Indonesia menilai CAR sebesar 8 persen dibutuhkan dana sebesar Rp 2,655 triliun. Dalam peraturan lembaga penjamin, dikatakan bahwa lembaga dapat menambah modal sehingga CAR bisa mencapai 10 persen, yaitu Rp 2,776 triliun.5 Desember 2008
LPS menyuntikkan dana Rp2,2 triliun agar Bank Century memenuhi tingkat kesehatan bank. 

26 November 2008
Robert Tantular ditangkap di kantornya di Gedung Sentral Senayan II lantai 21 dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Markas Besar Polri. Robert diduga mempengaruhi kebijakan direksi sehingga mengakibatkan Bank Century gagal kliring. Pada saat yang sama, Maryono mengadakan pertemuan dengan ratusan nasabah Bank Century untuk meyakinkan bahwa simpanan mereka masih aman

Periode November hingga Desember 2008
Dana pihak ketiga yang ditarik nasabah dari Bank Century sebesar Rp 5,67 triliun 

9 Desember 2008
Bank Century mulai menghadapi tuntutan ribuan investor Antaboga atas penggelapan dana investasi senilai Rp1,38 triliun yang mengalir ke Robert Tantular. 

31 Desember 2008
Bank Century mencatat kerugian Rp7,8 triliun pada 2008. Aset-nya tergerus menjadi Rp5,58 triliun dari Rp14,26 triliun pada 2007. 

3 Februari 2009
LPS menyuntikkan dana Rp1,5 triliun. 

 April 2009
Penyidik KPK hendak menyergap seorang petinggi kepolisian yang diduga menerima suap. Namun penyergarapan itu urung lantaran suap batal dilakukan. Dikabarkan rencana penangkapan itu sudah sampai ke telinga Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Sejak itulah hubungan KPK-Polri kurang mesra.

Pertengahan April 2009
Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji mengeluarkan surat klarifikasi kepada direksi Bank Century. Isi surat tersebut adalah menegaskan uang US$ 18 juta milik Budi Sampoerna dari PT Lancar Sampoerna Besatari tidak bermasalah. 

11 Mei 2009
Bank Century keluar dari pengawasan khusus BI. 

29 Mei 2009
Kabareskrim Susno Duadji memfasilitasi pertemuan antara pimpinan Bank Century dan pihak Budi Sampoerna di kantornya. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Bank Century akan mencairkan dana Budi Sampoerna senilai US$ 58 juta -dari total Rp 2 triliun- dalam bentuk rupiah 

Juni 2009
Bank Century mengaku mulai mencairkan dana Budi Sampoerna yang diselewengkan Robert Tantular sekitar US$ 18 juta, atau sepadan dengan Rp 180 miliar. Namun, hal ini dibantah pengacara Budi Sampoerna, Lucas, yang menyatakan bahwa Bank Century belum membayar sepeserpun pada kliennya. 

Juli 2009
KPK melayangkan surat permohonan kapada Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit terhadap Bank Century 

2 Juli 2009
KPK menggelar koferensi pers. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Riyanto megatakan jika ada yang tidak jelas soal penyadapan, diminta datang ke KPK 

3 Juli 2009
Parlemen mulai menggugat karena biaya penyelamatan Bank Century terlalu besar. 

 21 Juli 2009
Lembaga penjamin mengucurkan lagi Rp 630 miliar untuk menutupi kebutuhan CAR Bank Century. Keputusan tersebut juga berdasarkan hasil assesment Bank Indonesia atas hasil auditro kantor akuntan publik. Sehingga total dana yang dikucurkan mencapai Rp 6,762 triliun18 Agustus 2009. Robert Tantular dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp50 miliar subsider lima bulan kurungan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebelumnya pada 15 Agustus, manajemen Bank Century menggugatnya sebesar Rp2,2 triliun.

12 Agustus 2009
Mantan Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim divonis 3 tahun penjara karena terbukti menggelapkan dana nasabah Rp 1,6 triliun. Dan tanggal 18 Agustus 2009, Komisaris Utama yang juga pemegang saham Robert Tantular dituntut hukuman delapan tahun penjara dengan denda Rp 50 miliar subsider lima tahun penjara.

27 Agustus 2009
Dewan Perwakilan Rakyat memanggil Menkeu Sri Mulyani, Bank Indonesia dan lembaga penjamin untuk menjelaskan membengkaknya suntikan modal hingga Rp 6,7 triliun. Padahal menurut DPR, awalnya pemerintah hanya meminta persetujuan Rp 1,3 triliun untuk Bank Century.Dalam rapat tersebut Sri Mulyani kembali menegaskan bahwa jika Bank Century ditutup akan berdampak sistemik pada perbankan Indonesia. Pada hari yang sama pula, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto menyatakan bahwa kasus Bank Century itu sudah ditingkatkan statusnya menjadi penyelidikan.

28 Agustus 2009
Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah pernyataan Sri Mulyani yang menyatakan bahwa dirinya telah diberitahu tentang langkah penyelamatan Bank Century pada tanggal 22 Agustus 2008 –sehari setelah keputusan KKSK. Justru Kalla mengaku dirinya baru tahu tentang itu pada tanggal 25 Agustus 2008.

Jusuf Kalla - Wapres RI

3 September 2009
Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar terus mengejar aset Robert Tantular sebesar US$19,25 juta, serta Hesham Al-Warraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar US$1,64 miliar.

10 September 2009
Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dipimpin Sugeng Riyono memutus Robert Tantular dengan vonis hukuman 4 tahun dengan denda Rp 50 miliar karena dianggap telah memengaruhi pejabat bank untuk tidak melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

30 September 2009
Laporan awal audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Bank Century sebanyak 8 halaman beredar luas di masyarakat. laporan tersebut mengungkapkan banyak kelemahan dan kejanggalan serius di balik penyelamatan Bank Century dan ada dugaan pelanggaran kebijakan dalam memberikan bantuan ke Bank Century.

2 Oktober 2009
Nama Bank Century diganti menjadi Bank Mutiara.

Bank Mutiara

21 Oktober 2009
Akibat kejanggalan temuan BPK tersebut, Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung membentuk tim kecil untuk menggulirkan hak angket guna mengkaji kasus Bank Century. Lima hari kemudian, wacana pembentukan Panitia Khusus Hak Angket DPR untuk mengusut kasus Bank Century menjadi perdebatan di DPR.

12 November 2009
139 anggota DPR dari 8 Fraksi mengusulkan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century.

21 Desember 2009
Miranda Goeltom (mantan deputi senior BI) dipanggil pansus

Miranda Goeltom - Deputi Senior BI

22 Desember 2009
Boediono (mantan gubernur BI) dipanggil pansus

Panjang juga… gue sambung lagi ya..di part part selanjutnya,

ciao :p

Trying to be serious this time….

17 Dec

Huff…lama banget ya gue nggak update pake tulisan gue…maklum its PEAK SEASON baby…OMG how i hate this period..it’s like having your first day of your period….sick, panic, and tiring…

kenapa gue bilang lagi mau serius kali ini?? nggak bukan serius mau pacaran…serius dalam case lain..meskipun hal yang itu juga gak papa sih.. gue mau ngomong soal kasus bank century yang lagi hot itu.. bukan kasusnya tapi soal tokoh di dalamnya yang notabene salah satunya jadi salah satu idola gue, ibu Sri Mulyani.

masih inget banget gue hari pertama masuk kuliah dia yang ngajar kuliah umumnya. Gue cukup beruntung bisa kuliah di salah satu kampus yang “katanya” merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Dengan barisan dosen yang oke punya, saat itu kalo gue gak salah yang ada selain bu Sri Mulyani ada juga, pak Dorodjatun, pak Emil Salim, dan pak JB Soemarlin. -mau nyombong dengan dosen dosen gue…ehmm-

gue juga masih inget banget betapa gue terpesonanya akan kuliah umum dari bu Sri Mulyani itu. Cara dia ngomong dan mengutarakan apa yang ada di pikiran dia, pemikiran pemikiran dia, dan cara dia bersikap…the whole package of her bikin gue hari itu juga menjadikan dia idola gue dan membuat gue bersyukur masuk di kampus ini dan berkesempatan diajar sama orang sebrilian dia.

And she is really….really inspire me…tentang cara pandang dia terhadap dunia dan posisi Indonesia saat ini..dan yah gue tau walaupun gue ceritain di sini, itu nggak akan menimbulkan efek yang sama dengan dengerin dia ngasih kuliah umum langsung. Gue yakin..mm almost all of you….kalo lo pada dengerin kuliah umum dia, lo bakal sama terpesonanya sama gue.

baru baru ini nama dia lagi sering banget disebut di media….not for good reason lately…and its make me little bit sad..ya..gara gara kasus si century itu.. nggak tau siapa yang bener dan siapa yang salah juga sebenernya..tapi gue yakin she has her own reason with her decision.. unfortunately banyak orang gak sependapat sama gue..banyakkk banyak banget orang yang napsu banget nyuruh dia non aktif dari jabatannya sekarang.. then what?? kalo dia udah non aktif apakah semua bisa terselesaikan?? ..apa masalahnya akan menjadi lebih sederhana?? … apa bukannya menimbulkan masalah baru??

Gue nggak mau berlagak jadi sok sok pinter ekonomi or something like that..gue akan ngomong dan berpendapat dari sudut pandang dari orang awam..sudut pandang orang kebanyakan yang menyimak masalah ekonomi dari koran, TV, dan majalah…

belakangan ini juga banyak banget orang yang demo demo teriak terik buat nyuruh¬†mereka (ibu Sri Mulyani dan pak Boediono) ¬†inactive… teriak teriak minta mereka tanggung jawab soal indikasi korupsi di Bank Century. Gue yakin…yakin banget kalo mereka sama awamnya kaya gue..sama ngambangnya dan sama nggak taunya tentang kasus ini sama kaya gue..

but they just doin harsh thing…that might be hurt someone and it’s not good..contoh : mereka naro poster ibu sri mulyani dan pak boediono di jalan supaya bisa dilindas sama kendaraan yang lewat, mereka (para mahasiswa yang katanya intelek dan berpendidikan tinggi itu) membakar poster, dan hal hal lainnya yang menurut gue sama sekali gak menunjukan keintelekan mereka.

come on… mereka itu tokoh kita.. i mean mereka tokoh dengan track record yang bersih..mereka bukan tokoh politik yang track recordnya buruk dengan tunggakan pajaknya, kasus pencemaran lingkungannya, omongan omongan harsh yang sering ngejatuhin lawan politik or somethin like that…nope..mereka bukan tokoh seperti itu… seperti¬† mereka dua tokoh yang track recordnya bersih, diakui dunia, dan setau gue sampai sebelum kasus ini orang orang masih mengelu elukan mereka sebagai pahlawan ekonomi Indonesia yang berhasil mengangkat Indonesia dari krisis ekonomi parah di tahun1998, yang bahkan salah satunya sampai dianugerahi sebagai salah satu menteri keuangan terbaik di dunia, mereka juga sudah merombrak seluruh birokrasi keuangan dan pajak yang tadinya njelimet minta ampun menjadi lot of simpler.

Sejak zaman kementrian ibu ini, gue sebagai orang awam yang menyimak perkembangan ekonomi dari media gue sangat menyadari kalau keadaan ekonomi kita sekarang lot lot beter off..kurs stabil, pasar saham bergairah, investor mulai tanam modal lagi..and lot of things that i can’t spell one by one..dan semua itu kayaknya gak berarti aja gitu gara gara kasus ini..yang parahnya lagi gak ada yang tau sebenernya akar kasus ini apa..purely economic atau udah dikotori sama politik…dan gak ada lagi kayaknya faham praduga tak bersalah..karena yang gue liat saat ini semuanya berlomba lomba judge mereka..

it’s pathetic you know..to blame someone which is save your country for something not clear enough…

PS. FYI i updated this from my training room in my office…with papi peter is lecturing in front of me rite now..hope there will be better condition to updated the blog…

ciao, :p